PENERAPAN DISIPLIN POSITIF DILINGKUNGAN SEKOLAH
PRAKTEK BAIK “KEHATI”
Dalam hal ini, kata
disiplin sendiri berasal dari kata latin “discipline”. Artinya
“latihan atau pendidikan dalam pengembangan harkat, spiritualitas, dan
kepribadian”. Disiplin memanifestasikan dirinya sebagai upaya untuk
meningkatkan perilaku individu agar mengikuti prinsip dan selalu mengikuti
aturan atau norma yang berlaku. Sekarang, kata disiplin telah berkembang
maknanya dalam beberapa cara. Pertama, disiplin diartikan sebagai
kepatuhan atau pengawasan dan pengendalian peraturan (hukum). Kedua
bidang tersebut merupakan latihan yang bertujuan untuk mengembangkan diri
agar berperilaku tertib.
Menurut Siswanto “2001”, disiplin ini adalah sikap menghormati, menghargai, tunduk, dan tunduk pada peraturan yang berlaku, baik secara tertulis maupun tertulis, dan apabila kewajiban dan wewenang yang dilimpahkan itu dilanggar maka sanksi tidak dapat dielakkan.
Menurut Atmosudirjo, “Atmodiwirjo, 2000”, disiplin
merupakan bentuk ketaatan dan pengendalian diri erat kaitannya dengan
rasionalisme, kesadaran, dan tanpa emosi. Pandangan ini menunjukkan bahwa
disiplin merupakan bentuk pengendalian diri ketaatan terhadap aturan yang
dilakukan dari pertimbangan rasional.
Dari definisi di atas, kita dapat
menarik kesimpulan. Disiplin adalah sikap rela sepenuhnya untuk menaati segala
aturan dan norma yang ada dalam pelaksanaan tugas sebagai bentuk tanggung jawab
apa pun. Bagaimanapun, sikap disiplin adalah tertanam pada prinsip seseorang.
Itu artinya sikap disiplin bisa dipelajari dan bukan hal naluriah yang begitu
saja didapatkan.
Selanjutnya disiplin juga
mempunyai tujuan yaitu : Gaustad (1992) mengemukakan bahwa
disiplin memiliki dua tujuan. Dengan kata lain, ini adalah tentang memberikan
kenyamanan kepada seseorang dan menciptakan lingkungan yang mudah untuk
belajar. Subaru (1994) berpendapat bahwa disiplin bertujuan untuk
mematuhi aturan dengan persepsinya sendiri dalam menciptakan aturan.
Menurut
Durkheim (1995), disiplin
memiliki dua tujuan. Artinya, mengembangkan aturan khusus untuk perilaku
manusia, menetapkan tujuan tertentu, dan sekaligus membatasi ruang lingkupnya. Yahya (1992) mengemukakan bahwa tujuan
disiplin ini adalah pengembangan pengembangan diri dan pengendalian
diri tanpa campur tangan atau kendali dari luar.
Kedisiplinan siswa sangat penting
untuk kemajuan sekolah itu sendiri. Sekolah yang tertib akan menciptakan proses
pembelajaran yang baik. Namun sebaliknya, di sekolah yang kurang tertib
kondisinya akan jauh berbeda dan proses pembelajaran menjadi kurang efektif.
Meingkatkan kedisiplinan terhadap siswa sangat penting dilakukan oleh sekolah,
mengingat sekolah merupakan tempat generasi penerus bangsa. Salah satu faktor
yang membantu para siswa meraih sukses dimasa depan yaitu dengan kedisiplinan.
Para siswa dalam melakukan kegiatan belajar disekolah tidak terlepas dari
berbagi peraturan dan tata tertib yang telah diberlakukan disekolahnya, dan
setiap siswa harus berprilaku sesuai dengan tata tertib yang telah ada disekolahnya.
Disiplin merupakan suatu kondisi
yang terbentuk dari proses dan serangkaian perilaku yang menunjukan nilai
ketaatan, kepatuhan, dan ketertiban. Dengan adanya kedisiplinan di sekolah
diharapkan mampu menciptakan suasana lingkungan belajar yang nyaman dan tentram
di dalam kelas. Siswa yang disiplin yaitu siswa yang biasanya hadir tepat
waktu, taat terhadap semua perturan yang diterapkan disekolah, serta berprilaku
sesuai dengan norma-norma yang berlaku.
Mengenai disiplin siswa, tidak
bisa terlepas dari persoalan perilaku negatif pada siswa tersebut, yang pada
saat ini semakin memprihatinkan. Banyak tindakan negatif yang dilakukan oleh
para siswa di sekolah dari bolos, tawuran atau berkelahi, mencuri, merokok, dan
pelangaran-pelangaran yang membahayakan diri sendiri dan orang lain.
Tidak jarang akhir-akhir ini kasus-kasus muncul kepermukaan tentang
guru yang mencoba mendisiplinkan anak didiknya yang kemudian diprotes orangtua
peserta didik tersebut atau bahkan dilaporkan ke polisi karena merasa cara yang
dilakukan guru tersebut merugikan diri dan anaknya.
Atas dasar hal tersebut diatas, saya mencoba memberikan alternatif
solusi bagaimana cara mendisiplinkan anak disekolah tanpa harus merasa
merugikan peserta didik secara akademis dan psikologisnya.
Alternatif solusi yang bisa digunakan adalah “Penerapan Disiplin
Positif di Lingkungan Sekolah”.
Disiplin positif adalah penerapan
disiplin dengan TIDAK MENGGUNAKAN
hukuman fisik kepada siswa seperti pushup, lari, kontak fisik, hormat tiang
bendera dll. Karena hal ini bisa
memberikan dampak negatif kepada psikologis siswa sekaligus memberi
kerugian pada akademisnya.
Dalam kurikulum merdeka DISIPLIN
POSITIF menjadi salah satu pilar penting dalam pembentukan budaya positif
disekolah yang mengacu kepada nilai-nilai kebajikan universal yaitu Profil
Pelajar Pancasila.
Salah satu Praktek Baik yang bisa diterapkan dalam mendisiplinkan siswa adalah
menjalankan program “KEHATI” (Ke =
Kenali Kesalahan, Ha = Hadapi
Konsekuensi, Ti = Restorasi Diri)
Hal Pertama yang dilakukan adalah
walikelas dan siswa membuat kesepakatan bersama mengenai daftar konsekuensi.
Lalu kesepakatan tersebut bisa diberi nama sesuai kesepakatan kelas. Seperti
contoh namanya adalah MENU BENAHI DIRI
BERIKUT CONTOH MENU BENAHI DIRI
- MEMPERKENALKAN DIRI DAN BERCERITA TENTANG DIRI DENGAN MEMPERGUNAKAN BAHASA ASING ATAU BAHASA SUNDA TANPA MELIHAT TEKS DENGAN DURASI WAKTU MIN 5’ MAKS 10’
- MEMBACA BUKU DIPERPUSTAKAAN MIN 30’ LALU MERINGKAS HASIL BACAAN
- MEMIMPIN BERDOA DIKELAS DAN MENGUCAPKAN PROFIL PELAJAR PANCASILA DAN BUDAYA KERJA SETIAP PAGI SEBELUM BELAJAR SELAMA SEMINGGU BERTURUT-TURUT
- MENGUCAPKAN VISI DAN MISI SEKOLAH TANPA MELIHAT TEKS
- MENGUCAPKAN 2 SURAT PENDEK BESERTA ARTINYA DENGAN SUNGGUH-SUNGGUH
- MENYANYIKAN SATU LAGU DAERAH DAN LAGU WAJIB NASIONAL DENGAN SUNGGUH-SUNGGUH
- MENGUCAPKAN PANCASILA BESERTA SIMBOLNYA ATAU PEMBUKAAN UUD 1945, ATAU MENGUCAPKAN PANCA PRASETYA SISWA TANPA MELIHAT TEKS
- MENULISKAN TOPIK-TOPIK ATAU ISU-ISU YANG TRENDING BAIK DIINDONESIA MAUPUN DUNIA LALU MENGANALISISNYA MENURUT PANDANGAN DIRI SENDIRI
- MENULISKAN PUISI MINIMAL 4 PARAGRAF LALU MEMBACAKANNYA DIDEPAN KELAS
- MENYEBUTKAN NAMA-NAMA PAHLAWAN MINIMAL 5 PAHLAWAN BESERTA JASA-JASANYA BAGI BANGSA
Selanjutnya bagaimana PRAKTEK KEHATI dijalankan ?
Siswa yang melakukan kesalahan
dikumpulkan dalam suatu tempat untuk menerima pendekatan kehati
Langkah-langkahnya :
1. KE
: Kenali Kesalahan : Siswa melakukan mindfulness (latihan berkesadaran penuh)
agar siswa secara sadar mengenali kesalahan yang dilakukan
2. HA
: Hadapi Konsekuensi : Siswa memilih salah satu daftar “benahi diri” sesuai
dengan kemampuan dan melakukannya secara sukarela dan bertanggung jawab
3. TI
: Restorsi Diri : Siswa menuliskan permintaan maap, membuat komitmen diri untuk
tidak mengulang perilaku yang sama dan menyampaikan hal tersebut kepada
orangtua masing-masing.
Pendekatan ini juga melibatkan
proses pemahaman siswa terhadap konsekuensi dari tindakan mereka sehingga
kedepan siswa dapat tumbuh dan berkembang secara positif.
Handi Yustia G, S.Pd
(Guru Seni Budaya)

0 Komentar